Pernahkah terbayang di pikiran kalian, kalau cinta anda pada akhirnya harus di tetukan di meja makan, keputusan di terima atau tidaknya anda menjadi anggota keluarga atau dengan kate laen menantu. “Waduh” itu kata pertama yang keluar dari mulut saya, karena basicly nya gw memang dari keluargga kampung, jadi yang namanya table manner itu sangat awan terdengar di telinga, apa lagi gw berasal dari sumatera yang dasarnya cukup banyak kebiasaan2 di meja makan yang sangat bertentangan dengan budaya tersebut.
Tapi karena saya tidak mau cuma gara-gara urusan table manner aja, cinta gw harus berakhir. jadi selama seminggu terakhir gw sibuk bolak-balik browsing untuk cari referensi mengenai table manner itu apa? bagaimana? setelah dapet beberapa referensi akhirnya gw baru menyadari teryata begitu besarnya pengaruhnya dan manfaat yang akan kita rasakan klu kita bisa melakukan table manner tersebut dengan benar, apa lagi untuk urusan bisnis dan pergaulan.
Teryata kalau mau di pelajari secara mendetail yang namanya table manner atau tata krama di meja makan itu banyak banget aturan dasarnya, dan berbeda-beda tergantung dari acara yang akan kita ikuti. untuk acara informal seperti menjamu rekan, keluarga di rumah akan jauh berbeda ketika kita mendapat undangan dinner dari kantor atau rekan bisnis, atau ketika kita mengikuti acara pesta jamuan makan malam di suatu tempat, banyak hal dasar yang kadang kita tidak ketahui. untuk pembahasan tersebut akan saya paparkan di lain waktu, sekarang gw hanya mau sharing sedikit mengenai table manner yang umum saja.
Sopan Santun di Meja Makan
Apabila ada roti yang dihidangkan, maka:
- Ambilah sebungkus mentega yang tersedia di dalam butter bowl di hadapan anda. Lalu buka bungkusnya dan letakkan di atas piring di sebelah kiri anda.
- Peganglah roti dengan tangan dan potong serta oleskan mentega dengan pisau mentega (butter knife). Makanlah roti tersebut dengan mempergunakan tangan (bukan pisau atau garpu).
- Roti hanya dipotong saat hendak di makan saja, hindari -karena kurang etis- memotong roti tersebut menjadi kecil-kecil kemudian diletakkan kembali di piring roti, diolesi mentega satu per satu baru di makan.
- Roti dapat dimakan baik sebelum hidangan disajikan maupun selama proses makan sedang berlangsung.
Menggunakan peralatan saat menikmati Appetizer
- Cara memegang sendok (tea spoon) dan garpu (oyster fork) seperti memegang pulpen untuk menulis.
- Makanan ditusuk menggunakan garpu dengan tangan kanan, kemudian masukkan ke mulut anda dalam posisi telentang.
- Makanan yang kental – cair disendok dengan tea spoon dan dimasukkan ke mulut. Apabila hidangannya terlalu cair maka penyendokannya dilakukan ke arah luar untuk menghindari jika terjadi tumpahan makanan tersebut tidak akan mengenai pakaian anda.
- Apabila anda telah selesai menikmati Appetizer, letakkan garpu dan sendok di atas piring tatakan dalam posisi telentang sejajar dengan tepi meja makan atau di tepi kanan dengan posisi seakan tegak lurus dengan tepi meja makan.
Menggunakan peralatan saat menikmati Soup
- Cara memegang sendok soup seperti memegang pulpen pada waktu menulis.
- Cara menyendok soup adalah ke arah luar untuk menghindari percikan atau tumpahannya mengotori pakaian anda. Kemudian masukkan perlahan-lahan sendok soup ke mulut anda dari arah samping kiri sendok, bukan dari arah depan.
- Apabila soup yang dihidangkan masih terlalu panas sabarlah menunggu sebentar. Jangan meniup-niup soup tadi di hadapan para tamu karena sikap tersebut kurang etis.
- Setelah selesai menikmati soup, sendok diletakkan di sebelah kanan piring tatakan mangkok soup dengan posisi tegak lurus dengan tepi meja makan atau di atas piring tadi pada bagian bawah sejajar dengan tepi meja makan dengan tangkai sendok berada di sebelah kanan.
Menikmati Hidangan Utama (Main Course)
- Pada waktu akan menikmati main course, posisi duduk harus tetap tegak, kedua siku tangan dirapatkan ke tubuh agar tidak mengganggu tamu di kiri kanan anda.
- Selama menunggu makanan yang belum tersaji secara lengkap ke dua tangan sebaiknya tidak bertumpu atau dilipat di atas meja makan.
- Tunggulah sejenak, jangan memulai makan sebelum tamu lainnya yang duduk semeja dengan anda mendapatkan hidangannya juga.
- Tunjukkan sikap bahwa anda menyenangi hidangan yang disajikan di hadapan anda, namun jangan juga tampak terlalu bersemangat menyantapnya.
- Mulailah memotong makanan yang paling dekat dengan tubuh anda. Jangan sekali-kali memotong makanan mulai dari yang paling jauh karena tidak etis, seakan khawatir makanan tersebut akan diminta oleh orang yang ada di hadapan kita.
- Apabila hidangan utama yang disajikan tidak anda sukai atau anda pantangi, waktu dihidangkan jangan menolaknya, namun anda juga tidak dipaksa untuk menyantapnya. Di waktu tamu lain menikmati makanan tersebut, anda potong kecil-kecil hidangan tadi seakan hidangan tersebut anda nikmati kemudian kumpulkan lagi di tengah-tengah piring makan.
- Apabila setelah selesai makan di piring anda masih tersisa makanan, kumpulkanlah sisa-sisa makanan tersebut dengan pisau dan garpu di tengah-tengah piring anda. Karena tidak etis, jangan mengaduk-aduk sisa makanan tersebut.
- Apabila anda belum selesai makan dan bermaksud hendak minum, bersihkanlah terlebih dahulu bibir anda dengan guest napkin (serbet) agar gelas tidak terkena minyak atau sisa makanan yang menempel di bibir anda.
- Setelah selesai menikmati semua hidangan main course, letakkan pisau dan garpu (cutlery) sesuai dengan tata cara yang telah disampaikan sebelumnya.
Menggunakan peralatan saat menikmati Dessert
- Cara memegang dessert spoon untuk menyantap hidangan yang berjenis krim adalah seperti memegang pensil disaat menulis.
- Tea spoon untuk menyantap hidangan fruits, seperti fruit salad; fruit knife / fork atau dessert knife / fork untuk menyantap buah-buahan yang masih utuh cara memegangnya seperti memegang raket tennis, dengan pisau di tangan kanan dan garpu di tangan kiri. Apabila selesai menikmati dessert, letakkan peralatan tadi seperti tata cara yang disampaikan sebelumnya.
Hal-hal lain yang perlu diperhatikan:
- Pada saat anda menikmati makanan, usahakan tidak menimbulkan bunyi baik dari cutlery maupun piring makan dan waktu mengunyah makanan.
- Jangan menggunakan peralatan makan sebagai penunjuk arah.
- Apabila ada makanan yang terselip di sela-sela gigi anda, pergunakanlah tusuk gigi untuk mengeluarkannya. Jangan gunakan jari dan kuku anda.
- Jika ingin bersin, tutuplah mulut anda dengan guest napkin.
- Jika minum teh atau kopi angkatlah cangkirnya saja dan minum tanpa mengeluarkan bunyi. Sendok yang tersedia bukan untuk minum tetapi hanya untuk mengaduk.
hehehe ternyata table manner ribet juga.. kudu ngapalin segitu banyaknya peraturan.. sangupkah?? mesti dong.. gw mulai dari hal-hal yang kecil dulu.. biar ngak shock..
diharamkan B E R S E N D A W A !!!!!
=)) iya kak itu udah mulai berubah.. gw udah ngak lagi bersedewa saat atau setelah makan..
SENDAWA bkn cuman diharamkan pd table manner doang,bandit! didepan org bnyk,didepan keluargany kayla walopun lg dlm suasana santei….bisa-2 ditabok mental lu nyampei palembang ame wayahny kayla! inget,bini lu calon ratu!
iya kak iya.. gw da ngertiii diharamkan bersedawa klu udah masuk bali…
wadukhh ribet bgt ya……..oy biasanya table maner tuh dilakukan dmna aja,dan kpan aja……… kan table manner tuh etiket makan,,,,,,,
Table manner sebisanya harus di lakukan kapan saja, karena ini merupakan kebiasaan, dari kecil sebaiknya sudah di berikan diajarkan mengenai etiket tata cara makan yg baik, tapi secara umumnya biasanya dilakukan pada saat kita menerima jamuan makan dari seserang baik bersifat resmi atau tidak..
emangg ribet klu tidak di biasakan ..